Karakteristik Borosnya Gaya Hidup Milenial Jakarta

Gaya hidup terkadang jadi sebuah patokan siapa saja teman dan bagaimana latar belakang keluarga Anda, apakah dari keluarga…
milenial jakarta

Gaya hidup terkadang jadi sebuah patokan siapa saja teman dan bagaimana latar belakang keluarga Anda, apakah dari keluarga yang biasa saja ataupun keluarga yang berada. Di setiap kota, masing-masing orang yang tinggal di daerah tersebut mempunyai masing masing ciri khas gaya hidupnya.

Di ibukota Indonesia yaitu Jakarta sendiri, mempunyai sebuah ciri khas gaya hidup dan jika kita membahas tentang gaya hidup di Jakarta, otomatis kita akan berpikir dengan sendirinya tentang gaya hidup anak milenial Jakarta.

Tak bisa dipungkiri lagi, milenial merupakan generasi yang gaya hidupnya lebih boros daripada generasi-generasi sebelumnya. Menurut survei dari GoBankingRates menyebutkan kalau banyak generasi milenial yang menghabiskan uang untuk hal-hal yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan.

Padahal apa yang mereka lihat dan beli, belum tentu cocok dan mereka suka, yang penting “Biar Tekor Asal Kesohor” sepertinya ini menjadi jargon yang popular dikalangan milenial.

Boros menjadi karakteristik milenial Jakarta

Anak muda atau milenial Jakarta cenderung boros dan konsumtif. Fenomena ini bisa dikatakan sebagai karakteristik. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah media online, dengan perkembangan teknologi yang pesat, membuat informasi sangat cepat sampai pada masing-masing gadget.

Ada 2 hal yang mendorong untuk menjadi konsumtif, yaitu internal ataupun eksternal. Konsumtif yang terpengaruh internal; adalah gaya hidup yang terpengaruh oleh apa yang mereka lihat di keluarganya. Pada eksternal adalah gaya hidup yang terpengaruh sama pergaulan dengan lingkup pertemanan ataupun perkembangan teknologi yang mempercepat sampainya informasi.

Beberapa contoh gaya hidup boros milenial Jakarta

Belanja barang branded yang berlebihan

Terkadang orang akan memberikan reward kepada diri mereka atas keberhasilan yang sudah dicapai. Namun bukan berarti memaksakan kehendak, kalau tidak mempunyai uang, jangan memaksakan apa yang kita mau.

Ataupun jika kita sudah mempunyai satu jenis barang, mungkin tidak perlu lagi untuk membeli barang lainnya, mungkin karena pengaruh teman ataupun pengaruh dari kepopuleran barangnya.

Beli es kopi kekinian

Memang paling enak ketemuan dan nongkrong sama teman-teman lainnya, sambil nyeruput kopi. Dan apalagi adanya pengiriman online makanan dan minuman, jadi waktu kerjapun tidak perlu peri membeli, hanya cukup memesannya saja.

Padahal secara tidak langsung, ini merupakan gaya hidup yang boros, karena bayangkan jika satu gelas es kopi rata rata dibandrol dengan harga Rp. 20.000 – Rp. 50.000 dan seminggu Anda bisa menghabiskan 3 gelas es kopi, maka dalam sebulan Anda menghabiskan Rp. 250.000 sampai Rp. 600.000.

Ganti-ganti handphone

Bayangkan handphone jaman sekarang yang dipakai anak milenial di Jakarta, rata rata berkisaran di harga Rp. 10.000.000 keatas. Karena memang di era sekarang ini, tidak ada yang bisa lepas dari benda yang bernama smartphone ini. Dengan harga smartphone Rp. 10.000.000 tadi, pastinya terdapat banyak fitur di dalamnya, tapi apakah semua fitur itu akan digunakan semua?

Daripada mengganti handphone dengan yang baru dengan harga yang fantastis seharga motor tersebut jika handphone yang lama masih bsia digunakan, apakah mungkin bisa dialihkan untuk investasi di masa mendatang?

Gaya hidup seseorang tidak ada yang salah, namun perlu kita ketahui, bahwa mungkin kita bisa meminimalisir pengeluaran supaya tidak terjadi hal yang diinginkan kedepannya. Karena kehidupan ini seperti roda, tidak selamanya kita akan berada diatas, namun terkadang juga akan merasakan bagaimana kita berada di titik terendah.

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Article
whatsapp

Pengguna Whatsapp akan dapat berkomunikasi langsung dengan pengguna Facebook Mesenger?

Next Article
Fetish Ditutup Kain

Heboh Kasus Penyimpangan Seksual "Gilang Bungkus", Apa Itu Fetish?

Related Posts