Heboh Kasus Penyimpangan Seksual “Gilang Bungkus”, Apa Itu Fetish?

Saat ini jagat maya tengah dihebohkan  berita tentang seorang pria bernama Gilang, seorang mahasiswa UNAIR yang melakukan penyimpangan…
Fetish Ditutup Kain

Saat ini jagat maya tengah dihebohkan  berita tentang seorang pria bernama Gilang, seorang mahasiswa UNAIR yang melakukan penyimpangan seksual fetish kain jarik dengan modus riset ilmiah. Nama Gilang sempat menjadi trending di Twiteer setelah salah satu korbannya membuka pelecehan yang dia alami ini dalam sebuah utas di Twiteer. Dan terungkap pelaku selalu memakai modus penelitian ilmiah untuk melancarkan aksinya.

Diketahui dari utas sebuah akun dengan username @m_fikris, dia membagikan kisahnya, tentang bagaimana dia akhirnya bisa menjadi korban pelecekan seksual menyimpang dari Gilang ini. Dari sini bisa dilihat bahwa pelaku selalu melakukan pendekatan lewat social media kepada calon korban yang ia target. Setelah follow akun korban, si pelaku melanjutkan aksinya dengan minta nomor Whatsapp dengan alasan memudahkan komunikasinya.

Di whatsapp dia akan menjelaskan step by step yang harus dilakukan oleh korbannya dalam hal membantu riset yang sedang ia lakukan. Tak jarang dia akan mengeluarkan kalimat-kalimat yang meyakinkan korbannya bahwa ini akan baik-baik saja dan murni untuk membantu riset yang sedang ia lakukan agar korbannya mau membantu. Dan korbannya kebanyakan mahasiswa baru dan anak SMA. Dan untuk risetnya ini, korban diminta bersedia untuk dilakban tubuhnya mulai dari kaki, tangan tubuh serta mata dan mulutnya, lalu dibungkus dengan kain jarik. Dan ia meminta korbannya untuk megeluarkan apa saja ekspresi dan reaksi emosional yang ingin dikeluarkan saat ada dalam posisi terbungkus itu.

Setelah berhasil meyakinkan korbannya, Gilang akan meminta dokumentasi saat korban sedang dibungkus itu. Dokumentasi tersebut berupa foto dan video yang harus ddikirimkan padanya sebagai bahas risetnya. Bahkan pengguna twiteer dengan nama @m_fikris menyebutkan bahwa ia dibungkus selama 3 jam. Baru merasa aneh saat pelaku mengirimkan foto dirinya, lalu menulis kalimat pujian seperti “ganteng” atau semacamnya yang memperlihatkan ketertarikan pada orang lain. Sejak utas itu muncul banyak korban-korban lain bermunculan, dan sekarang pihak kampus menyerahkan seluruhnya langkah hukum kepada polisi. Dan UNAIR juga diberitakan sudah menyiapkan sanksi berupa Drop Out bila pelecehan yang dilakukan itu benar-benar terbukti. Sampai saat ini polisi masih berusaha melacak kebaradaan pelaku.

Dari kasus ini bisa jadi pelajaran bagi kalangan muda untuk dapat terhindar dari pelecehan-pelecehan seperti ini. Penyimpangan seksual sepert bisa disebut fetish, yang mana disebutkan dari beberapa sumber fetish adalah objek yang tidak hidup dan fetishim adalah pemakaian objek tak hidup menjadi sebuah cara untuk membuat seseorang terangsang secara seksual. Dan orang yang fetishim ini tentu berdampak buruk bila membuat orang lain merasa terganggu saat pelaku mencari objek fetishnya. Nah, karena itu hendaknya kita para anak muda lebih berhati-hati dalam bergaul. Tidak boleh sembarangan untuk dekat dengan orang lain, atau kita bisa cari info tentang apa-apa yang mereka minta kepada kita agar kita terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. Buat temen-temen yang bakal jadi Maba nih, jangan karena kalian pengen deket dengan senior atau kakak tingkat langsung main percaya-percaya aja. Ada baiknya cari info dulu. Dan yang paling penting adalah pandai-pandai bergaul, jangan sembarangan ya teman-teman.

4 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Article
milenial jakarta

Karakteristik Borosnya Gaya Hidup Milenial Jakarta

Next Article
milenial

COVID 19 Mengubah Gaya Hidup Generasi Milenial

Related Posts